IMG-20180626-WA0006

Foto : Andi Muhammad Aswan (Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta)

P3KORIN.ORG, Makassar – Indonesia di kenal dengan kekayaan ragam budayanya. Salah satunya permainan tradisional yang merupakan sarana untuk mengenalkan anak-anak pada nilai budaya dan norma-norma sosial yang diperlukan untuk melangsungkan hubungan atau kontak sosial dan memainkan peran yang sesuai dengan kedudukan sosial dalam masyarakat.

Permainan tradisional merupakan salah satu permainan Indonesia yang hidup dan berkembang dalam masyarakat secara regenerasi. Indonesia mempunyai berbagai macam permainan tradisional, salah satunya yang berada di kabupaten Bone khususnya kecamatan Kahu, kelurahan Palattae antara lain, Ma Cukke, Ma Boy, Mangasing, Mabelle, Madempe, Karambol, Mabom, Kaje-Kaje, Engkle, dan masih banyak lainnya. Semua permainan tersebut sering dijumpai, tetapi yang paling sering digunakan untuk mengisi acara perlombaan dan acara-acara adat daerah kabupaten Bone adalah permainan tradisional Kaje-Kaje karena memiliki unsur permainan tradisional mengajarkan tentang kejujuran, sportivitas, kecermatan, kelincahan dan kerja sama.

Namun, disisi lain permasalahan yang dihadapi yaitu ketidaktahuan anak-anak bahwa permainan tradisional merupakan salah satu cara mengajarkan kebugaran tubuh khususnya pada anak-anak seusia Sekolah Menengah Pertama. Ditambah lagi dalam permainan tradisional belum dikemas dalam bentuk modifikasi, dan produk.

Berdasarkan hasil observasi melalui pengamatan dan wawancara kepada Bapak Andi Hairil Asfar salah satu guru Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Menengah Pertama yang berada di kelurahan Palattae, kabupaten Bone, tentang model materi ajar Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi dan jasmani berbasis permainan khas Indonesia masih sangat jarang jumpai.

Dari hasil observasi tersebut, kiranya agar guru Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi yang ada di Indonesia pada umumnya termotivasi untuk mengembangkan materi ajar Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi yang lebih inovatif dan interaktif. Dengan pengembangan model pembelajaran yang bersifat menyenangkan, menghibur, mudah di jangkau, serta mudah dilakukan kapan dan dimanapun.

Produk yang dihasilkan sesuai untuk kebutuhan kebugaran usia anak-anak agar dapat menarik perhatian siswa-siswi. Dan pada hakekatnya permainan tradisional dimainkan secara baik secara individu dan berkelompok, dapat membentuk karakter dan jiwa sosial yang tinggi.

Penulis : Andi Muhammad Aswan (Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s